
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Beredarnya beras plastik di Bekasi, Jawa barat membuat pihak Deperindag Lamongan lakukan berbagai antisipasi. Kasubag Humas Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo menyatakan beredarnya beras berbahan plastik ini sangat berbahaya bagi tubuh.
"Untuk itulah Pemkab Lamongan melalui Dinas Perdagangan dan perindustrian akan lakukan pemantauan disejumlah pasar tradisional yang ada di Lamongan," ungkapnya.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar jangan sampai beras plastik ini beredar dan dikonsumsi masyarakat. "Tentu saja beras berbahan plastik ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan harus diwaspadai," jelasnya.
Untuk antisipasi, pihaknya mengaku tidak bisa sendirian dan perlu partisipasi dari masyarakat. "Karena itulah pihaknya menghimbau masyarakat yang tahu adanya beras berbahan plastik untuk segara lapor, di samping itu dalam waktu dekat DiperIndagkop Lamongan akan lakukan sosialiasasi tentang bahaya beras bahan plastik ini.
"Termasuk tidak menutup kemungkinan melakukan sidak dengan menggandeng pihak-pihak terkait termasuk kepolisian," tandasnya.
Sementara itu, Suwandi (35) pedagang beras di pasar Sidoarjo mengaku belum tahu bentuk beras plastik yang dicampur dengan beras biasa. "Kayak apa mas, bentuknya," ungkapnya.
Apalagi dirinya baru tahu setelah melihat beras dicampur plastik tersebut dari televisi. "Selama 15 tahun berdagang beras belum ada beras yang dicampur atau beras plastik," jelasnya.
Seperti diketahui, beberapa hari kemarin masyarakat dihebohkan dengan beras plastik beredar disejumlah pasar di Bekasi yang diduga berasal dari China. (ais/rvl)



