Ruang Pendidikan Diniyah Kemenag Bojonegoro Disatroni Maling

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Ruang Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren), Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro disantroni maling. Akibat peristiwa itu, satu buah handycam dan keyboard organ di dalam ruangan raib.

Kejadian tersebut diketahui pada pukul 07.30 WIB Selasa (19/5) pagi. Mengetahui adanya peristiwa itu, sontak sejumlah pegawai di lingkup kantor yang ada di Jalan Patimura, Bojonegoro itu heboh.

"Pertama kali saya mengetahui kunci laci meja sudah dalam keadaan rusak," ujar Ike, Staf Pendidikan Diniah (PD) dan Pontren Selasa (19/05/2015).

Dia menjelaskan, sekitar pukul 07.30 WIB dia masuk ke ruang kerjanya. Namun, saat ia berada di meja kerjanya, diketahui gembok laci sudah dalam keadaan rusak. Setelah dicek, ternyata handycam yang ada di laci sudah hilang. Kemudian setelah dicek bagian lainnya diketahui keyboard organ juga hilang.

"Semua pintu laci terbuka. Tapi yang hilang hanya handycam dan keyboar organ," terangnya.

Saat pulang kerja, kata dia, pintu-pintu laci itu selalu dikunci. Sementara itu pintu ruang diketahui tidak ada yang rusak. Selain itu, jendela juga tidak ada yang terbuka. "Jendela dan pintu juga tidak ada yang rusak," terangnya.

Handycam yang dicuri pelaku itu, lanjut dia, berisi dokumentasi kegiatan yang dilakukan oleh Kemenag. Namun beberapa barang berharga lain seperti komputer, print tidak dibawa pelaku. "Indikasinya ya mau mencari uang, tapi tidak ada," lanjutnya.

Terpisah, Kepala Kemenag Bojonegoro Ahmad Munir mengatakan, kunci pintu ruang PD dan Pontren itu hanya dibawa oleh dua orang. Satu orang staf PD Pontren, Abdul Rokim dan satu kunci dibawa waker, Munaji.

"Belum diketahui siapa pelakunya, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan," ujarnya.

Sementara, Polisi yang mendapat laporan pencurian itu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi melalukan penelitian terhadap sidik jari pelaku yang masih tertinggal. Hal itu untuk memudahkan proses penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku masih dalam penyelidikan. Untuk jumlah pelaku juga belum bisa kita sebutkan," ungkap salah satu tim identifikasi Polres Bojonegoro, Pratama. (nur/rvl)


Ruang Pendidikan Diniyah Kemenag Bojonegoro Disatroni Maling