RS Soewandi Surabaya Jadi Rujukan Penanganan Penderita Stroke

RS Soewandi Surabaya Jadi Rujukan Penanganan Penderita Stroke

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rumah Sakit Dr. Soewandi Surabaya akan menjadi rujukan pengobatan penyakit stroke. Dalam dengar pendapat di Komisi D DPRD Surabaya terkait peralatan kesehatan, Kepala dinas kesehatan Kota Surabaya, Drg. Febria Rahmanita, Rabu (6/5) mengungkapkan, selain SDM, peralatan medis juga sudah disiapkan.

“Kami sudah dapatkan Dokter bedah syaraf, perawat juga sudah melakukan perawatan medic dan peralatan kami punya CT Scan yang bisa melihat kondisi pembuluh darah sampai di otak,” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah pembangunan gedung baru di RS Soewandi selesai, pihaknya akan menyediakan ruangan khusus bagi penderita stroke. Dalam ruang itu, pihaknya menyiapkan beberapa bed (fasilitas tempat tidur).

“Di ruangan stroke, kami sediakan 6 bed,” ungkap Kadinkes.

Perempuan yang akrab disapa Fenny ini menerangkan, penambahan fasilitas untuk penderita stroke dilakukan pada tahun 2015 dan 2016. Selain itu, untuk mengantisipasi over kapasitas, Dinas Kesehatan juga menjalin kerjasama dengan rumsah sakit swasta di Surabaya dalam penanganan penderita penyalit mematikan ini.

“Kita kerjasama dengan 29 rumah sakit swasta, dalam hal ini yang bekerjasama dengan BPJS,” katanya.

Febria Rahmanita mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki, jumlah penderita stroke di Surabaya pada tahun ini sebanyak 375 kasus, sedangkan tahun 2014 sebanyak 1.039 kasus.

Untuk potensi terkena stroke, dari sekitar 2,8 juta penduduk di Surabaya, jumlah warga yang berpotensi menderita penyakit tersebut menurutnya sekitar 0,7 persen atau sekitar 19 ribu jiwa.

“Jumlah potensi itu masih lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 15,4 persen,” terangnya.

Namun demikian, ia yakin semua rumah sakit di Surabaya bisa menangani penyakit stroke.

“61 rumah sakit di Surabaya pasti bisa melayani penyakit stroke. Selain memiliki Doktyer Syaraf, rata (rumah sakit swasta) melakukan rehab medic,” jelasnya.

Menanggapi RS. Dr. Soewandi menjadi rujukan penyakit stroke, anggota Komisi D dari FPDIP, Chusnul Chotimah seluruh meminta perlengkapan dan SDM yang menangani dipersiapkan secara optimal.

“Persiapan SDM tidak hanya dokter bedah, karena penangannnya juga membutuhkan ahli gizi dan spesialis lainnya. Kemudian hanya menyediakan 6 bed apa cukup? “ tuturnya.

Senada denga itu, anggota dewan lainnya, Ibnu Shobir berharap Dinas Kesehatan memiliki data yang akurat terkait penderita penyakit stroke. Pasalnya, melalui data tersebut, penyelesaiannnya bisa dilakukan secara integral.

“Perencanaannya harus secara integrative. Untuk itu datanya harus akurat,” kata Ketua DPC PKS Surabaya.

Shobir khawatir, pelayanan kesehatan tidak optimal apabila ada penderita penyakit stroke yang tidak ter cover oleh Dinas kesehatan.

Sedangkan, Soegito, anggota Fraksi Handap mengatakan, pemenuhan peralatan medis untuk pelayanan kesehatan, termasuk untuk penanganan penyakit Stroke diperlukan agar pengobatan tidak terkonsentrasi ke RS Dr. Soetomo.

“Kita berharap, untuk berobat tidak seluruhnya menuju ke Dr. Soetomo. Masyarakat bisa berobat ke Dr. Soewandi atau RS Bhakti Dharma Husada. Untuk itu, pemenuhan peralatan perlu dilakukan,” ujarnya. (lan/dur)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: