TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTS yang dilaksanakan secara serentak mulai kemarin Senin (04/5) hingga Rabu (06/5) mendatang ternyata tak sepenuhnya peserta dapat mengikuti ujian di bangku sekolahnya. Hal ini seperti yang dialami salah satu pelajar SMP di Tulungagung, yaitu Fatoni.Ia harus mngikuti UAS di kamar tidur Rumah Sakit.
Hambatan tersebut terjadi Karena Fatoni menderita sakit DBD. Pelajar yang tercatat sebagai siswa SMP Negeri 1 Kauman asal desa Jati Mulyo kecamatan Kauman ini tetap harus mengikuti UN meskipun kondisi kesehatan belum memungkinkan.
Kabid Humas RSUD Dr. Iskak Mochamad Rifai, Senin (04/05), menjelaskan bahwa sebenarnya pasien secara medis memang masih dalam pengawasan dokter sehingga harus melaksanakan UN di rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun begitu, pihak rumah sakit tetap menyiapkan sarana dan prasarana sebagai penunjang agar siswi tersebut bisa menjalankan Unas dengan baik dan tidak terganggu dengan suasana yang ada di Rumah Sakit.
"Kan kasihan kalau sampai tidak bisa ikut UN. Untuk urusan teknis pendistribusian soal Unas dan pelaksanaanya itu urusan dinas terkait, kami pihak rumah sakit hanya menyediakan fasilitas saja," tambah Rifai
Sementara bedasarkan keterangan kakak Fatoni, Laila (24), menjelaskan bahwa tidak ada hambatan atau masalah meskipun kondisi adiknya dalam keadaan tidak fit untuk mengerjakan soal soal ujian.
"Massa perawatan sejak masuk terhitung 4 hari lalu karena demam berdarah dan kebetulan bertepatan ujian. Ya mau tidak mau harus dijalani,” ungkap Laila. (fer/rvl)




