SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Syaiful Rachman melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di SMPN 4 Sidoarjo yang berada di Desa Suko Kecamatan Sidoarjo Kota maupun MTsN 1 di Sidoarjo.
“Tidak ada kesulitan. Soal ujian sudah sesuai semua. Pengawasan juga murni silang. Insya Allah, unas dilaksanakan dengan jujur. Alhamdulillah, di MTs Negeri juga lancar," ungkap Syaiful Rachman di sela-sela sidak unas di Sidoarjo, kemarin.
Ketika ditanya terkait unas berbasis Computer Based Test (CBT), Syaiful Rachman mengaku belum dilaksanakan secara keseluruhan. Sebab, unas CBT merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Rencananya, sambung Syaiful Rachman, unas CBT akan diusulkan untuk wilayah Surabaya dan Sidoarjo pada tahun depan.
“Belum, mas. Karena pusat yang menentukan. Mungkin tahun depan akan kita usulkan," imbuhnya.
Pelaksanaan unas hari pertama di seluruh Sidoarjo berjalan lancar, baik peserta Inklusi dan reguler.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Wonoayu, Bahrul Rozy mengatakan bahwa menjelang unas, ada peserta didiknya yang terjangkit penyakit Demam Berdarah (DB). Atas saran dokter, maka sudah diperbolehkan pulang dan bisa mengikuti unas.
"Alhamdulillah sudah diperbolehkan pulang, jadi tidak ada hambatan seperti adanya ujian susulan," pungkas Rozy. (yul/dya/sho)



