Aneh, Video Mesum Skandal Perselingkuhan Komisioner KPUD Jombang tak Ditemukan

Aneh, Video Mesum Skandal Perselingkuhan Komisioner KPUD Jombang tak Ditemukan

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kasus pemerasan yang dilakukan Rina Suherlina (46), janda yang merupakan selingkuhan salah satu komisioner KPUD Jombang, Dja'far, terus berlanjut. Kasus ini pun menjadi sorotan LInK Jatim.

"Polisi harus profesional menangani kasus ini. Agak sulit dinalar jika dugaan video mesum itu tidak ada. Karena sebelumnya korban memberikan sejumlah uang kepada tersangka, dengan harapan agar video mesum itu tidak disebarkan,” kata Aan Anshori, direktur LInK Jatim, selasa (28/4/2015).

Lebih lanjut, pria berkacamata minus tebal yang getol menjadi pemerhati sosial ini meminta KPUD Jombang untuk segera mengambil sikap. Lembaga penyelenggara pesta demokrasi ini diminta segera melakukan langkah sendiri untuk menjaga kehormatan. Terkait langkah teknis, Aan menyarankan Ketua KPU Kabupaten Jombang menggandeng Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKKP) dalam menginvestigasi kasus ini.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Harianto Ratesalu mengakui pihaknya tak menemukan video mesum yang jadi alat tersangka melakukan pemerasan.

“Video yang dimaksud tak ditemukan, kartu memori penyimpan sudah kita periksa dengan alat khusus dan tetap tak ditemukan videonya,” terang Harianto kepada wartawan.

Pihaknya tak menampik bila ada kemungkinan video tersebut sudah dihapus oleh tersangka sebelum ditangkap. “Tunggu saja, pemeriksaan masih terus berlanjut. Kalaupun tak ada videonya, tersangka masih bisa diproses secara hukum dengan kasus penipuan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu komisioner KPU Kabupaten Jombang, Dja’far, menjadi korban pemerasan seorang janda yang tinggal di bernama Rina Suherlina (46). Korban diancam bakal disebarkan foto dan video mesumnya, jika tak memberi tersangka uang. Ancaman itu membuat korban tak berdaya, hingga tiga kali merogoh kocek. Nilai uang yang pertama kali diberikan Rp 2 juta, kemudian Rp 5 juta, dan terakhir Rp 10 juta. Pengakuan tersangka kepada penyidik, sejumlah uang hasil pemerasan mengalir ke kantong salah satu aktivis LSM di Jombang. (dio/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: