Infrastruktur Surabaya Bikim Kagum Menteri Belanda

SURABAYA (BangsaOnline) - Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Melanie Shultz van Haegen mengaku kagum dengan perkembangan infrastruktur di Surabaya. Hal iu diungkap saat dia berkunjung ke Surabaya, kemarin (4/4).

Menurutnya, Surabaya berhasil menerapkan pembangunan yang ramah lingkungan sehingga masuk dalam jajaran kota-kota berpengaruh di Asia. Untuk itu, Belanda tertarik melakukan penjajagan kerjasama dengan Kota Pahlawan.
Saat berkunjung, Melanie didampingi Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan. Selain itu, Director General Environment and International Affairs Chris Kuijpers; Deputy Director International Water Affairs Willem Mak; Delta Coordinator Indonesia, International Water Affairs Michiel de Lijster; dan Chief of Protocol Chantal Bijkerk. Mereka diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Sekretaris Daerah Hendro Gunawan beserta beberapa Kepala SKPD.

Pada kesempatan tersebut, Walikota memaparkan banyak hal tentang Kota Surabaya. Mulai dari kondisi alam, demografi, kependudukan, inftrastruktur, transportasi hingga sistem drainase kota.

Dikatakan Risma, kota yang dipimpinnya sudah memiliki program yang dinamakan Surabaya Drainase Masterplan. Sistem ini terbukti ampuh mengatasi banjir. Buktinya, kata dia, kawasan-kawasan yang dulunya langganan banjir kini banyak berkurang. Kendati demikian, hal tersebut belum membuat mantan Kepala Bappeko itu puas. Dia berniat mencari peta saluran gorong-gorong yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Usaha sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu, yakni menelusuri jejak peta saluran bawah tanah hingga ke Den Haag. Namun, upaya tersebut belum menemui hasil.

“Kalau kita bisa maksimalkan saluran bawah tanah itu, saya optimis Surabaya bisa dengan mudah mengatasi problem banjir,” paparnya.

Walikota juga berkeinginan memungsikan kembali Jembatan Petekan lantaran jembatan tersebut memiliki nilai historis tinggi. Pada zaman dulu, kapal-kapal barang bisa masuk hingga ke pusat Kota Surabaya lantaran Jembatan Petekan bisa dibuka-tutup. Kini, jembatan yang terletak di Surabaya Utara tersebut tak lagi difungsikan lantaran sudah rusak.

Sementara Melanie mengatakan, Surabaya sebagai kota besar memiliki tantangan tersendiri di bidang infrastruktur. Dia menilai, baik Surabaya maupun kota-kota di Belanda punya banyak kesamaan. Yakni, arah pembangunan sama-sama berawal dari sungai.

“Kami tahu betul bagaimana mengelola sungai sebagai suatu komponen penting dalam kota. Kami juga paham betul tentang pengelolaan pengairan dan banjir karena sebagian besar wilayah Belanda berada di bawah permukaan air laut,” kata Melanie yang menjabat Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda sejak 2010.

Dia juga menyambut baik inisiatif pemkot mengirimkan stafnya untuk belajar di Belanda. Alumnus Universitas Leiden dan Universitas Erasmus ini berharap kerjasama kedua pihak bisa lebih komprehensif.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: