Disdik Bojonegoro Siapkan Rp 12 M untuk Perbaiki Ratusan SD yang Rusak

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Ratusan gedung Sekolah Dasar (SD) yang rusak di Bojonegoro akan segera diperbaiki dan direnovasi. Hal tersebut merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat. Untuk memperbaiki dan renovasi sekolah-sekolah tersebut, Dinas Pendidikan menganggarkan Rp 12 Miliar.

Sedangkan untuk gedung sekolah yang rusak berat dan nilai proyeknya di atas Rp 200 juta, menurut Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Bojonegoro Husnul Khuluq, hal itu akan menjadi tanggungjawab PU.

"Sedangkan kalau hanya perbaikan ringan itu tanggungjawab kami," ujarnya, Kamis (23/4).

Pembangunan gedung sekolah yang mengalami rusak berat itu ditangani oleh Dinas PU menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) migas. Tahun ini, kata dia, dana untuk rehab gedung sekolah yang rusak sebesar kurang lebih Rp 24 miliar.

Dinas Pendidikan menganggarkan sebesar Rp 12 miliar untuk rehab gedung sekolah yang kondisinya rusak ringan dan rusak sedang. Dana Rp 12 miliar itu digunakan untuk memperbaiki 82 gedung sekolah dasar (SD) yang rusak.

"Jumlah ruang gedung yang rusak sedang dan ringan totalnya ada 487 ruang. Sementara yang sudah baik ada 2.999 ruang," lanjutnya.

Khuluq menjelaskan, untuk pemerataan pembangunan gedung SD yang rusak itu, pihaknya melakukan pembangunan secara bertahap. Dari jumlah total 4.397 ruang SD itu hampir semua mengalami kerusakan.

"Yang rusak hampir merata, sehingga pembangunannya dilakukan secara bertahap. Misalnya satu sekolah ada enam ruang rusak kita bangun tiga dulu untuk pemerataan. Sehingga tidak ada kesenjangan," tegasnya.

Dia menambahkan, untuk sekolah yang mengalami rusak berat itu, pengusulannya dilakukan secara langsung ke Dinas Pekerjaan Umum, tanpa melalui Dinas Pendidikan. Namun, kata dia, sebelumnya antara DPU dan Diknas sudah mendata jumlah sekolah yang rusak melalui musrenbang.

"Usulannya juga langsung ke PU, dengan pendataan secara musrenbang. Setelah, musrenbang disinergikan antara dinas pendidikan dan PU," terangnya.

Menurutnya, beberapa gedung sekolah yang rusak itu disebabkan karena karena usia bangunan yang sudah tua. Sebab, rata-rata dibangun usia 1986. Khuluq mengatakan, tahun ini pengajuan paling besar dialokasikan untuk pembangunan gedung SMP.

"Justru yang rusak parah SMP, hampir 30 persen rusak. Tapi tidak hafal jumlahnya. Bahwa tahun 2015 ini penganggaran lebih banyak karena dana bos tidak cukup," pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: