Komisi E DPRD Jatim Minta Kasus Sekolah Ambruk di Probolinggo Diinvestigasi

Komisi E DPRD Jatim Minta Kasus Sekolah Ambruk di Probolinggo Diinvestigasi

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus ambruknya bangunan sekolah negeri kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini menimpa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jangur yang terletak di Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa itu membuat anggota Komisi E DPRD Jawa Timur prihatin. Pasalnya atas sekolah itu ambruk disaat proses belajar-mengajar tengah berlangsung. Tak pelak siswa kelas IV yang ada di ruang kelas tak bisa menghindar dari reruntuhan atap. Sebelas diantara 20 siswa harus menjalani pengobatan di Puskesmas setempat.

Menyikapi peristiwa itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im meminta adanya proses investigasi pasca ambruknya atap sekolah tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena adanya kelalaian dari pejabat setempat karena tidak mendeteksi kemungkinan ambruknya atap sekolah.

“Peristiwa ini terjadi karena kelalaian pejabat setempat termasuk pimpinan sekolah yang tidak mendeteksi kemungkinan ambruknya atap sekolah. Apalagi itu bukan karena faktor bencana alam. Saya kira perlu ada langkah investigasi,” tegas politisi berlatar pendidik itu, Rabu (22/4).

Politisi PAN itu mengungkapkan, saat ini anggaran pendidikan di Jawa Timur sudah mencapai 22 persen dari total dana APBD. Jumlah itu lebih dari amanat UU yang persentasenya 20 persen. Karena itu, mestinya kasus ambruknya sekolah di Jatim tak perlu terjadi karena anggaran operasional pendidikan sudah cukup. Demikian pula terkait perawatan bangunan fisik sekolah semuanya sudah tercover.

Karena itu, Suli menilai ada sesuatu yang salah dengan ambruknya bangunan sekolah tersebut. Terlebih dari data yang ia terima atap bangunan itu baru dibangun pada tahun 2012, sehingga masuk kategori bangunan baru yang mestinya tak mungkin ambruk.

“Ini pasti ada yang salah, entah itu kesalahan bestek atau kelalaian terkait infrastruktur. Itu tugas pemerintah setempat bersama Dispendik untuk mengusutnya,” tandas Wakil Ketua DPW PAN Jatim ini.

Kolega Suli Da’im di Komisi E, Kartika Hidayati juga miris dengan ambruknya bangunan atap kelas IV di SDN Jangur, Probolinggo. Menurut politisi PKB itu, harus ada pendampingan terhadap para siswa itu agar tidak mengalami traumatik yang berkepanjangan. Sebab, peristiwa itu dipastikan membuat siswa didik shock karena terjadi saat proses belajar berlangsung.

Kartika juga mewanti-wanti pihak dinas pendidikan setempat agar menjamin pengobatan siswa didik yang terluka hingga mereka sembuh tanpa dibebankan biaya sepeserpun. Ketua Muslimat kabupaten Lamongan itu juga mendesak peristiwa ambruknya atap sekolah tersebut diusut tuntas, agar menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi di masa mendatang.

“Saya minta ada proses pendampingan kepada siswa didik pasca peristiwa tersebut. Sebab luka fisik cepat atau lambat pasti sembut, tapi gangguan psikis dan traumatik akan membekas. Karena itu harus ada pendampingan secara psikis agar mereka tidak trauma atau takut kembali belajar di ruang kelas,” imbuh perempuan berkerudung tersebut.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: