Sudah Rampung, Underpass Stasiun Tobo Bojonegoro Belum Difungsikan

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Pembangunan jalan terowongan bawah tanah (underpass) Stasiun Tobo di Kecamatan Padangan, Bojonegoro kini sudah rampung 100 persen. Meski demikian, jalan terowongan itu masih belum difungsikan untuk masyarakat umum maupun calon penumpang kereta api. Jalan terowongan itu saat ini masih dalam pengawasan serta garansi dari pihak satuan kerja (Satker) PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama dua tahun.

Menurut Kepala Stasiun Tobo, Djoko Utomo, meski sebenarnya jalan terowongan itu sudah bisa dilewati pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki, tetapi pihaknya belum berani mengizinkan masyarakat untuk melewatinya.

“Untuk saat ini yang diperbolehkan lewat hanya orang yang ada kepentingan dengan Stasiun Tobo,” ujarnya.

Jalan terowongan bawah tanah itu selesai dibangun pada akhir November 2014 dan mulai difungsikan oleh para pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang keluar masuk Stasiun Tobo. Jalan terowongan itu dibangun sepanjang 30 meter dengan lebar 3,2 meter serta tinggi 4 meter.

Menurut Djoko, terkait perencanaan pengaktifan Stasiun Tobo sebagai tempat pemberhentian dan pemberangkatan penumpang masih sebatas wacana. Sebab, untuk bisa menghentikan kereta api harus ada pangsa pasar yang berwujud animo masyarakat. Artinya, keinginan masyarakat untuk naik kereta api melalui stasiun Tobo belum terlalu besar.

"Selain itu, jarak antara Stasiun Tobo dan Stasiun Cepu terlalu dekat. Sehingga, untuk memberhentikan kereta api sebanyak dua kali pada jarak yang relatif dekat bisa merugikan,” ujarnya.

Kendati begitu, untuk agenda pengaktifan kembali Stasiun Tobo menjadi stasiun pemberhentian kereta tetap ada. Namun, pihaknya belum berani memastikan kapan hal itu dilaksanakan.

"Yang jelas, untuk satu tahun ke depan masih belum ada pemberhentian dan trafic plan tahun 2015 sudah ditentukan sehingga misalkan ada pemberhentian mungkin pada 2016," ujarnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: