
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Maraknya pengusaha yang melakukan penambangan ilegal di wilayah sumur tua Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro dan menjual minyak keluar, membuat negara mengalami kerugian yang cukup besar. Tidak tanggung-tanggung, pada tahun 2013-2014 lalu nilainya diperkirakan mencapai US$10.950.000.
Jumlah tersebut dengan asumsi ada 300 BOPD dan harga minyak US$100/bbl. Sedangkan produksi minyak Pertamina EP dari Penambangan Rakyat tahun 2014 sekitar 1.600 BOPD dengan revenue setara US$ 58.4 juta (US$ 100 / bbl). Sementara itu minyak mentah yang diselundupkan/dijual keluar area tambang sumur tua di Kabupaten Bojonegoro tidak dapat diketahui pasti setiap harinya.
"Produksi sumur tua totalnya mencapai 1.075 BOPD dan prakiraan hasil illegal drilling lebih besar, di kisaran 1085 BOPD. Rata-rata yang dijual ke penadah diperkirakan mencapai 300-500 BOPD,” terang Legal and Relations PEP Asset IV, Sigit Dwi Aryono kemarin (21/4).
Sigit menambahkan, jumlah sumur tua yang tertera dalam perjanjiaan dengan KUD sebanyak 255 sumur. Sedangkan sumur tanpa izin atau ilegal yang muncul belakangan ini di luar titik yang dikerjasamakan jauh lebih besar atau mencapai 295 sumur.
Hal itu membuat minyak dari sumur tua itu rentan diselundupkan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab hingga menyebabkan kerugian negara yang cukup besar. Pada tahun 2015 ini pihaknya memprediksi kerugian yang dialami negara jauh lebih besar, karena illegal minning dan penyeludupan minyak dari sumur tua itu tak dapat dibendung.
"Aparat kepolisian berhasil mengungkap beberapa kali penyelundupan minyak mentah dari sumur tua, tetapi masih banyak pelaku lain yang melakukan aksi ini,” keluhnya.
Meski demikian, operasi penangkapan solar dan minyak mentah ilegal yang dilakukan jajaran Polres Bojonegoro tetap diapresiasi oleh manajemen Pertamina EP Asset IV selaku pengelola sumur tua di Kedewan.
“Kami harapkan langkah ini (operasi) terus diintensifkan dan diusut secara tuntas sampai menemukan pada pelaku yang melakukan illegal drilling di wilayah sumur tua yang ada di Bojonegorto,” sambungnya.



