Mau Plesir ke Lamongan, Silahkan Mampir di Desa Sendang Duwur

LAMONGAN (BangsaOnline) – Jika anda berwisata ke Lamongan, yang jadi jujugan bisa dipastikan ke Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo and Gua Lamongan (MZL) atau wisata reliji di Kompleks Makam Sunan Drajat.

Sesekali, setelah singgah dari sejumlah obyek wisata tersebut, anda bisa mencoba singgah di Desa Sendang Duwur kecamatan Paciran Lamongan. Desa Sendang Duwur kini ditasbihkan oleh Pemkab Lamongan sebagai daerah tujuan wisata (DTW) alternatif.

Terletak di ketinggian 72 meter di atas permukaan laut, posisi desa di Kecamatan Paciran ini memberikan view langsung ke arah laut Jawa dari atas bukit. Desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata ini, merupakan sebuah kawasan pedesaan dengan karakteristik khusus yang masih lekat dengan kearifan lokal. Yakni penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli.

Selain itu, Desa Sendang Duwur ini didukung dengan potensi sebagai pusat kerajinan batik tulis, kerajinan perhiasan emas dan perak. Mereka sudah melakukan aktifitas kerajinan ini sejak zaman dahulu sehingga wisatawan selain berbelanja, juga bisa melihat secara langsung proses pembuatannya di lokasi aslinya.
Sebanyak 1.502 orang dari total 1.739 warga Desa Sendangduwur adalah berprofesi sebaagai pengrajin.

Sisanya berprofesi sebagai petani, wiraswasta dan pegawai di berbagai instansi pemerintah.
"Saat ini berkembang home industry berupa batik tulis khas Sendangduwur dan bordir, "ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata Lamongan Eko Priyono melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni, Kamis (3/4/2014) lalu.

Digambarkan Zamroni, desa ini juga merupakan tempat makam Sunan Sendang Duwur, salah satu tokoh penyebar Agama Islam di tanah Jawa yang pengaruhnya disejajarkan dengan Wali Songo. Peziarah biasa mengunjungi kompleks Makam Sunan Sendang Duwur yang arsitektur bangunannya merupakan perpaduan antara kebudayaan Hindu dan Islam.

"Dengan bangunan gapura bagian luar yang berbentuk tugu bentar dan gapura bagian dalam berbentuk paduraksa yang menggambarkan sayap burung garuda. Sementara dinding-dinding cungkup makam dihiasi dengan ukiran kayu jati bernilai seni tinggi. Sedangkan di kedua sisi dinding makam dihiasi dua buah batu hitam berbentuk kepala naga, " jelentreh dia.

Selain itu, menurut dia, Masjid peninggalan Sunan Sendang Duwur di tuturkan sebagai pemberian Nyai Rondo Mantingan Jepara atau Ratu Kalinyamat, putri dari Sultan Trenggono. Di kompleks yang sama juga terdapat sumur giling dengan diameter lubang 170x170 cm dengan kedalaman 35 meter.

Desa ini bisa menjadi DTW alternatif karena terletak tidak jauh dari Makam Sunan Drajat, Maharani Zoo and Gua Lamongan serta WBL yang merupakan daerah tujuan wisata andalan Lamongan. Saat ini diusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan kios souvenir, akses jalan yang lebih baik, pelatihan pemandu wisata, fasilitas parkir dan pembinaan senin dan kebudayaan setempat. Untuk pembinaan pada pengrajin pada home industry batik, bordir, perhiasan ,selama ini sudah rutin dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Industri Lamongan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Mau Plesir ke Lamongan, Silahkan Mampir di Desa Sendang Duwur