
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penundaan kenaikan tarif tenaga listrik golongan 1.300 VA dan 2.200 VA oleh PLN dinilai akan meringankan beban ekonomi bagi pelanggan, termasuk pelanggan PLN di Jatim.
Manager Komunikasi, Hukum dan Administrasi PT PLN (persero) Distribusi Jatim Suhatman mengatakan, penundaan tarif bagi pelanggan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA ini dengan berbagai pertimbangan.
"Pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli-November 2014,” terangnya. "Kalau sekarang kenaikannya ditunda, tentu banyak pelanggan yang lega," lanjut Suhatman.
Ia mengatakan, jumlah total pelanggan listrik PLN di Jatim mencapai 9,6 jutaan. Hingga posisi saat ini, pasokan untuk wilayah Jatim sendiri masih surplus yakni mencapai 8.000 MW dengan beban puncak 4.981 MW. Dari jumlah tersebut masih ada cadangan 3.000 MW.
“Dengan sisi listrik yang kami miliki kami juga mampu menyuplai listrik di luar Jatim seperti, Jateng dan Bali. PLN Jatim juga mensuplai listrik ke luar Jawa Timur seperti, Jawa Tengah dan Bali,” ungkapnya.
Untuk diketahui, rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 Volt Ampere VA dan 2.200 VA yang sedianya akan diterapkan pada awal Mei 2015, akhirnya ditunda sampai Desember 2015 mendatang. Dan dengan penundaan ini sudah bisa dipastikan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mengalami kerugian.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, selain penundaan kenaikan tarif untuk daya 1.300 VA dan 2.200 VA, PLN juga tidak menaikan tarif untuk pelanggan rumah tangga kecil berdaya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial.



