DPRD Jatim Dukung 100 Persen UN Online di Jatim untuk Tahun Depan

DPRD Jatim Dukung 100 Persen UN Online di Jatim untuk Tahun Depan

SURABAYA (BANGSAONLINE.com) - Tahun ini Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) diselenggarakan dengan dua versi yakni paper based test (tulis) dan computer based test (online). Khusus UN berbasis komputer di Jawa Timur sudah dilaksanakan di 164 sekolah baik SMA (Umum) maupun SMK (Kejuruan).

Menurut anggota DPRD Jatim, Mochammad Eksan, pelaksanaan UN berbasis komputer di Jatim relatif sukses. Kalaupun di sejumlah sekolah masih terdapat kendala dan terjadi human error tapi kendala itu tidak terlalu signifikan. Melihat fakta itu, politisi NasDem itu mendorong agar di tahun depan UN di Jatim 100 persen menggunakan sistem online.

"UN online yang dilaksanakan di 164 sekolah di Jatim terbilang sukses tanpa kendala berarti. Karena itu kami mendorong tahun depan UN di Jatim bisa 100 full online," tegas anggota Komisi E DPRD Jatim ini, Kamis (16/4).

Anggota Dewan asal daerah pemilihan Jember dan Lumajang ini mengakui memang ada sejumlah kendala yang harus diatasi untuk menyelenggarakan UN berbasis online di seluruh sekolah di Jatim. Diantaranya, akses internet, perangkat keras dan ketersediaan daya listrik terutama di daerah kepulauan yang masih minim. Namun menurutnya hal itu bisa diatasi oleh pemprov dengan koordinasi bersama pemerintah pusat. Sebab yang terpenting adalah kemauan (good will). 

Eksan menjelaskan, UN berbasis online bisa menghemat banyak biaya ketimbang dengan menggunakan kertas. Selain itu, pengawasan, pengamanan dan pendistribusian soalnya pun lebih mudah. Ketua DPD Partai NasDem kabupaten Jember ini membeberkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim juga mengakui Ujian CPNS dengan sistem online jauh lebih hemat ketimbang sistem tulis yang berbasis kertas. Penghematannyapun mencapai puluhan miliar rupiah. Angka efisiensi itu akan jauh lebih besar kalau dilaksanakan untuk UN yang dimensinya lebih luas.

"UN Online itu efektif dan efisien, itu fakta. Apalagi saat ini eranya revolusi teknologi dan IT. Anak kecil saja sudah akrab dengan gadget. Karena itu UN online adalah suatu hal yang wajar," tandas pria yang digadang-gadang sebagai Cawabup Jember itu.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam juga mendukung pelaksanaan UN Online di tahun mendatang. Pasalnya, UN Online bisa menghemat anggaran hingga mencapai 30 persen. Selain itu pelaksanaannya juga relatif praktis dan efisien. Karena itu, pihaknya akan mendorong pelaksanaan UN Online bisa dilaksanakan secara nasional dan menyeluruh.

"Dari kalkulasi kami UN Online menghemat anggaran 30 persen. Kami akan dorong secara bertahap sistem online ini bisa dilaksanakan secara menyeluruh,"papar politisi Golkar tersebut. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: