KEDIRI (BANGSAONLINE.com) - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Ngasem, Kabupaten Kediri, sempat gagal melakukan login data pribadi saat mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT), pada hari pertama di sekolahnya. Selain itu, ada dua orang pelajar yang sudah mengerjakan soal ujian dengan sistem online terpaksa merestart ulang komputernya karena salah menekan tombol keyboard.
Menurut salah satu pelajar Nuratun Natifah, siswi kelas 3 SMKN 1 Ngasem, persoalan yang terjadi pada UN sistem online, hari pertama ini murni karena kesalahan siswa yang salah menekan tombol pada keyboard. Akibatnya, komputer yang dihadapi siswa mengalami gangguan, hingga harus direstart ulang.
“Sebenarnya, UN sistem online ini lebih efektif. Pasalnya, kami bisa melakukan pemeriksaan terhadap jawabannya hingga berulang kali. Bobot soalnya pun tidak terlalu berat, hampir sama seperti ketika try out,” ungkap Nuratun Natifah, Senin (13/4).
Sementara itu, Koordinator Proktor SMKN 1 Ngasem Riska Agus Tri Wahyudi mengatakan, kegagalan login yang dialami siswa karena mereka melakukan entri data lebih dari satu kali. Untuk mengani persoalan tersebut, proktor sebagai pengelola server, terpaksa harus merestart ulang komputer milik peserta ujian yang mengalami kendala dari servernya langsung.
Di SMKN 1 Ngasem ada sebanyak 336 siswa yang mengikuti un sistem online atau CBT. Mereka dibagi tiga sesi. Sementara mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. UN sistem online ini dimulai pukul 07. 30 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Sementara di Kota Kediri, pelaksanaa UN sistem online di SMKN 3 terpaksa diundur. Penyebabnya, sistem program komputer untuk UN kini mengalami trouble. Guru dan programer SMKN 3 Kota Kediri hinga siang masih membenahi sistem program komputer yang mengalami gangguan tersebut. Errornya program karena terjadi gangguan pada sinkronisasi pada file ke-9 yang, sehingga guru harus melakukan download lagi untuk mengaktifkan sistem program.
Errornya sistem program UN online di SMKN 3 Kota Kediri ini menyebabkan penundan pelaksanaan ujian, untuk sesi pertama yang seharusnya dilaksanakan jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB, ditunda setelah pelaksanaan sesi ketiga atau sekitar jam 17.00 WIB sore tadi.
“Masalahnya terletak pada sinkronisasi. Kemarin, Sabtu sampai jam 02.00 WIB kita sebenarnya sudah berhasil mendownload file satu sampai sembilan, dan berwarna hijau semua. Setelah itu, sudah kita laporkan ke Jakarta. Ternyata, tadi pagi kita gagal. Kita tanya kesana kemari, kita lihat status download ternyata file ke- 9 masih merah dan belum tersinkron. Kita tanya operator dan hubungkan ke pusat dan kini sudah siap. Sementara pelaksanaan sesi manajemen, sesi pertama akan dilaksanakan setelah sesi ketiga nanti,” ujar Tamim, programer SMKN 3 Kota Kediri.
Tidak hanya penundaan, akibat errornya program juga membuat siswa terganggu konstrasinya. Mereka seharusnya sudah selesai mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan belajar untuk ujian berikutnya, namun kini mereka harus menunggu pelaksanan ujian Bahasa Indonesia. “Gimana ya, kalau bisa jangan trouble lagi. Kalau seperti ini, kami harus belajar lagi. Semoga nanti bisa lancar, katanya ditunda sampai jam 17.00 WIB,” aky Dwi Yuni, siswi SMKN 3 Kota Kediri.
SMKN 3 Kota Kediri melaksanakan UN secara on line sebanyak 187 siswa yang mengikutinya yang di bagi 3 sesi, untuk pertama mulai jam 08.00 sampai 10.00 WIB, sesi kedua jam 11.00 WIB sampai jam 13.00 WIB dan sesi ketiga jam 14.00 WIB sampai jam 17.00 WIB.




