Ketika Penyandang Cacat Diajari Nyoblos

KEDIRI (bangsaonline) - Sekitar 24 penyandang tunanetra di wilayah Kota Kediri tidak mengenal calon legislatif maupun partai politik dalam pemilu legislatif 9 april mendatang.Selain itu, para penyandang cacat juga tidak paham tata cara mencoblos.

Seperti diungkapkan salah satu penyandang cacat asal Jalan Imam Bonjol Kota Kediri M Lutfi. Ia mengaku tidak kenal atau mengerti peserta pemilu maupun nama-nama caleg. Untuk itu ia berharap agar ada caleg atau partai politik yang memperkenalkan kepada dirinya dan juga teman-temannya sesame penyandang tuna netra. “Saya tidak mengerti berapa jumlah partai politik maupun tata cara mencoblos,” ujarnya, Rabu (2/4/2014).

Sementara itu, anggota komisioner KPU Kota Kediri Zaenal arifin mengatakan, memang selama ini masih sangat minim sekali sosialisasi kepada penyandang tuna netra. Untuk itu Rabu siang, pihaknya menggelar sosialisasi dan juga tata cara mencoblos bagi para penyandang tuna netar dikediaman M. Lutfi penyandang cacat warga Jalan Imam Bonjol Kota Kediri. “Makanya hari ini kita menggelar sosialisasi bagi penyandang tuna netra,” ujarnya.

Masih kata Zaenal, pihak KPU hanya menyediakan surat suara Braille untuk DPD RI. Sementara untuk DPRD, DPRD Provinsi dan DPR RI tidak disediakan, dan diperbolehkan ada seseorang yang mendampingi saat pencoblosan nanti.


Ketika Penyandang Cacat Diajari Nyoblos