
LAMONGAN (BangsaOnline) - Satu orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena patah kaki saat mencoba kabur, sedangkan tiga lainnya berhasil ditangkap dan satu orang berhasil meloloskan diri saat kawanan perampokan dan pencurian yang berjumlah lima orang menyatroni perusahaan pupuk organik, PT Sultani di Dusun Banjarkepuh Desa Takeranklating Kecamatan Tikung, Rabu dini hari (1/4) tadi.
Empat tersangka ini antara lain; Agus (42), warga Margomulyo, Kerek, Tuban; Drajat (40), Junanto (45) dan Karmono ( 42), ketiganya warga Desa Gajih, Kerek Tuban serta tersangka yang berhasil kabur diketahui bernama Karnoto (40) asal Beji, Kerek Tuban.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, ditangkapnya pelaku bermula dari adanya laporan yang diterima Polsek Tikung dari security Pabrik Pupuk Organik yang memergoki para pelaku tengah memotong kabel tembaga yang ada di perusahaan ini.
Paur Subbag Humas Polres Lamongan, Iptu Raksan yang dikonfirmasi membenarkan ditangkapnya pelaku.
"Satpam laporan ke Polsek yang kemudian ditindaklanjuti anggota dan dipimpin langsung Kapolsek untuk lakukan penyelidikan dan benar (ada pencurian, red)," ungkapnya.
Saat itu anggota disebar dan memergoki keempat orang yang buru-buru masuk ke dalam mobil Suzuki Ertiga Station nopol S 1336 HM sewaan yang dikemudikan tersangka Agus asal Margomulyo Kerek Tuban. Saat itu anggota bersama masyarakat berhasil menangkap tiga orang yakni, Drajat; Junanto dan Karmono.
"Salah satu pelaku babak belur dimassa karena mencoba kabur", ujarnya.
Rupanya, tersangka Agus yang berada di dalam mobil berhasil lolos termasuk Karmono yang menghilang diareal persawahan dan gelapnya malam.
"Namun dengan lakukan koordinasi dengan Polsek Tuban, tersangka berhasil ditangkap dan kini diamankan di Tuban," Imbuhnya.
"Pada petugas, Junanto mengakui kalau aksi pencurian ini sudah lama direncanakan termasuk siapa yang bertugas mengawasi dan stanby didalam mobil, serta siapa-siapa yang bertugas masuk kedalam pabrik," jelas Reskan.
"Rupanya para pelaku ini sengaja memilik kabel tembaga sebagai barang curiannya, namun aksinya keburu gagal karena kepergok satpam," Imbuhnya lagi.
Saat ini penyidikan terhadap para pelaku masih dilakukan penyidik, karena kuat dugaan pelaku merupakan kawanan pencuri dan perampokan mengingat beberapa barang yang digunakan.
"Mulai dari gunting baja yang sduah dimodifikasi, Linggis yang dipakai menjebol tembok dan barang-barang bukti lainnya yang ditinggal pelaku," tandasnya



