BOJONEGORO (BangsaOnline) - Petugas Perhutani Bojonegoro terus melakukan evakuasi terhadap belasan ribu pohon jati yang tumbang beberapa waktu lalu akibat diterjang angin kencang. Ribuan pohon itu terletak di BKPH Dander (Desa/Kecamatan Dander), Pradok (Desa/Kecamatan Bubulan), Clebung (Desa/Kecamatan Bubulan) dan Tengger (Desa Sendangharo/Kecamatan Ngasem).
Data yang diperoleh dari kantor Perhutani Bojonegoro menyebutkan, hinggi kini totalnya sebanyak 11.609 pohon tumbang atau dengan volume 4.924,45 kubik. Data itu hampir mendekati final setelah dilakukan penghitungan sejak awal kejadian pada Februari lalu.
"Paling banyak di BKPH Dander dengan jumlah 10.287 pohon, volumenya 4.504,07 kubik," ujar Wakil Kepala Adm Bojonegoro, Sofiudin Nurmansyah, Rabu (1/4/2015).
Menurut Sofi, belasan ribu pohon itu saat ini masih terus dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian ke Tempat Penampungan Kayu (TPK) di Kelurahan Sukorejo, Bojonegoro. Rencananya, batang-batang pohon kayu jati itu akan dijual, namun masih menunggu proses verifikasi lebih lanjut dengan Dinas Kehutanan.
"Evakuasi masih terus berjalan karena saking banyaknya pohon yang tumbang. Semua batang maupun rantingnya akan diamankan di TPK," ungkapnya.
Pohon yang tumbang itu rata-rata Kelas Umurnya (KU) 1,2,3, yakni umur 10 sampai 30 tahun, bahkan juga terdapat sejumlah pohon yang kelas umurnya 8 atau berusia ratusan tahun. Untuk melakukan evakuasi ke TPK, petugas harus memotong pohon-pohon yang besar itu menjadi beberapa bagian.
"Ada yang dipotong satu meter ada juga yang dua meter. Sementara 1.200 pohon yang sudah masuk di TPK," sambungnya.
Akibat peristiwa itu, Perhutani Bojonegoro dipastikan mengalami kerugian material mencapai miliaran rupiah. Meski saat ini kerugian itu belum bisa diketahui, namun Sofi memprediksi kerugian tetap terjadi dengan angka yang tinggi. Kerugian material, kata dia, baru bisa dihitung setelah ada berita acara bersama.
Ditambahkan, meski belasan ribu pohon jati yang berada di wilayah barat Bojonegoro itu banyak yang tumbang, Perhutani memastikan tidak akan ada dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar khususnya bencana longsor maupun banjir bandang.
"Saya kira tidak ada efek yang berarti bagi lingkungan sekitar, karena di BKPH Clebung (Kecamatan Bubulan,red) dan beberapa BKPH lain masih banyak pohon yang berdiri," terangnya.
Belasan ribu pohon yang tumbang itu akibat diterjang angin kencang saat musim pancaroba yang terjadi beberapa waktu lalu. Kejadian itu terbesar sepanjang sejarah, sebelumnya sering terjadi pohon tumbang, namun jumlahnya hanya sedikit. Berbeda dengan tahun ini jumlahnya mencapai 11.609 pohon jati berukuran besar.



